-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Operasi Yustisi 25 Warga Anyaran Kejaring Satpol PP

Selasa, 12 Juli 2016 | 7/12/2016 10:47:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2019-04-17T14:17:34Z

Surabaya - Masa Lebaran sudah lewat, maraknya pendatang baru yang masuk kedalam kota membuat Pemerintahan Kota Surabaya melakukan operasi Yustisi yang digelar serentak oleh Pemkot Surabaya dengan sasaran sejumlah rumah kos-kosan dan kontrakan di wilayah Jojoran Baru Surabaya.

Dari operasi yang dilakukan oleh petugas Satpol PP ini mendapati 25 warga pendatang berasal dari beberapa daerah di Jatim dan Jabar, tidak memiliki identitas dan surat keterangan tinggal sementara (SKTS).

Maria Agustin Lurah Mojo Kecamatan Gubeng, Surabaya mengatakan operasi ini untuk mendata warga pendatang yang tinggal di Kota Surabaya.

“Operasi yustisi ini sasarannya adalah masyarakat pendatang sebelum dan sesudah lebaran, tujuannya untuk mengetahui jumlah warga sebelum dan sesudah lebaran dan apa tujuannya ke kota surabaya,” ujar Maria.

Bahkan salah seorang warga pendatang asal Kediri bernama Bagus mengaku kehilangan KTP dan hanya bisa menunjukkan fotokopi KTP saja.

“Punya saya hilang waktu mudik kemarin, sekarang sedang diurus di Kediri,” ujar Bagus warga pendatang asal Kediri.

Digelarnya Operasi Yustisi ini sendiri bertujuan menekan jumlah penduduk yang melakukan imigrasi ke Surabaya. Dan terbukti dari tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2016, jumlah warga pendatang yang melakukan permohonan pengurusan surat keterangan tinggal sementara mengalami penurunan.

Sementara esok di Krembangan pada tanggal 14 Juli, Sukolilo pada 15 Juli, Karang Pilang pada 18 Juli, Wiyung pada 19 Juli, Sawahan pada 21 Juli, Dukuh Pakis pada 22 Juli, Kenjeran pada 25 Juli, dan Wonocolo pada 26 Juli.(Mail)
×
Berita Terbaru Update