-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Imigrasi Kelas 1 Surabaya Bentuk Tim Saber, Hingga Terapkan Sistem Baru

Kamis, 27 Oktober 2016 | 10/27/2016 07:21:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2019-04-17T14:16:07Z
 Kalau ada yang terbukti akan saya tindak tegas, apapun itu alasannya, sejak peraturan ini keluar, saya langsung membentuk tim Saber sendiri didalam Imigrasi Kelas 1 Surabaya
Surabayapostkota.NET | Surabaya - Setelah dibentuknya Tim Satgas Saber Pungli berdasarkan Perpres RI Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada SATGAS SABER PUNGLI untuk memberantas praktek PUNGLI di Indonesia. Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya menjadi salah satu sorotan didalam tingkat pelayanan terhadap masyarakat. Kamis, (27/10/2016).

Beberapa pencegahan mulai nampak, walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Disaat kunjungan Dirjen Perundang-Undangan Kemenkumham, Widodo Ekatjahjana, saat melakukan sidak ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya kemarin, Selasa (25/10) tak menemukan pungli pengurusan dokumen paspor. Sedangkan biro jasa yang biasa mengurus paspor tiarap. Padahal, selama ini mereka memungut biaya lebih untuk penerbitan paspor.

Pencegahan beberapa sistem yang sudah di lakukan untuk pelayanan salah satunya pengambilan paspor dengan menggunakan barcode yang berdampak positif. Pada awalnya penumpukan orang yang hendak mengambil paspor kini berkurang hingga 5 menit Pasport sudah bisa didapatnya, Sehingga waktu tunggu untuk mendapatkan dokumen perjalanan bisa lebih cepat.

Setelah sistem barcode, kini Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya membuat inovasi program Home Service Pasport. Dibagi dengan 3 kriteria khusus, yaitu untuk Lansia, Orang Sakit, dan Disabilitas yang di launching sejak tanggal 25 kemarin.

Zaeroji selaku kepala Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya menjelaskan, sistem baru ini digunakan kepada orang tertentu dalam kriteria saja.

" Petugas Imigrasi Kelas I bisa langsung datang ke Rumah (pengajuan paspor), apabila orang tersebut tidak sanggup untuk datang karena Sakit, sudah tua dan Disabilitas ", Ungkapnya, (27/10).

Sistem Home Service Pasport telah bekerja sama dengan beberapa Rumah sakit seluruh Surabaya dan Sidoarjo guna untuk mempertanyakan sakit apa yang di derita (Pengajuan Paspor) sehingga tidak bisa datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya ini. Serta adanya batasan Timur, Barat, Selatan, Utara yang masing-masing memiliki radius 25 Km yang dapat dijangkau oleh Tim.

Zaeroji menambahkan, karena di dalam 3 kriteria Program Home Service Paspor ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi kami membuat inovasi-inovasi terhadap pelayanan masyarakat.

" Apalagi kriteria 3 Khusus sistem ini dilindungi undang-undang yang salah satunya Lansia. sehingga dalam pelayanan ini dapat dilakukan semaksimal mungkin. Dan hanya Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya yang awal menerapkan sistem ini ", Imbuhnya orang asli Kabupaten Blitar ini.

Mengenai Biro Jasa.
Beberapa tim pengawasan yang di bentuk oleh Imigrasi Kelas 1 Surabaya, selaku Kabid Wasdakim sebagai ketua tim pengawas (Berpakaian Preman) tidak mudah untuk membalikan telapak tangan, yang dimana tetap melakukan upaya pencegahan terjadinya Pungli.

Sedangkan Biro jasa sendiri merupakan memiliki badan hukum baru bisa mendapatkan izin dari Kanwil, karena pengurusan biro jasa yang dilakukan dari berbagai hal, dari paspor atau dapat untuk melakukan pengurusan Visa Wisata, Kerja, dan Pelajar.

Zaeroji mengatakan, saya tidak melarang biro jasa, tetapi saya akan menindak langsung biro jasa yang memberikan uang kepada oknum anggota petugas.

" Kalau ada yang terbukti akan saya tindak tegas, apapun itu alasannya, sejak peraturan ini keluar, saya langsung membentuk tim Saber sendiri didalam Imigrasi Kelas 1 Surabaya ", Ungkapnya.

Kementrian Hukum dan HAM, untuk memberantas pungli. Termasuk juga instruksi Presiden. Presiden memerintahkan sapu bersih pungli. Bilamana ada masyarakat dirugikan, segera laporkan. Bisa ke Dirjen Imigrasi, Kumham. Jika ditemukan petugas melakukan pungli, ini tidak akan main-main untuk memberikan sanksi tegas. (Cn)
×
Berita Terbaru Update