Segala status dan kenaikan pangkat, muaranya utamanya tetap, yaitu jaminan keamanan dan pelayanan masyarakat. Saya harap Polresta Sidoarjo bisa meningkatkan prestasi yang sudah dicapai iniSurabayapostkota.NET | Sidoarjo - Selamat dan sukses ! Catatan sejarah baru untuk Kepolisian Resort Kota Sidoarjo bakal terulang kembali, bermula nama status Polres Sidoarjo hari ini resmi diganti menjadi Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo. Jum'at (21/10).
Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji menjadi inspektur pada upacara yang dijadwalkan mulai pukul 07.00 itu, Akan melantik Muhammad Anwar Nasir sebagai Kapolresta Sidoarjo. Sebelumnya berpangkat AKBP, kini perwira asal Makassar tersebut menyandang pangkat Kombespol.
Peresmian Polresta Sidoarjo ini, dilakukan Irjen Pol Anton Setiadji, Kapolda Jatim dan dihadiri Komandan Pasmar-1, terlihat hadir Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Gatot Subroto, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, S.H, M.Hum, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan, Dandim Sidoarjo Letkol (Inf) Andre Julian, Paspers Brigif-1 Mar Letkol Marinir A.Yudinanto serta para pejabat Forpimda Sidoarjo lainnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji meminta Polresta Sidoarjo meningkatkan pelayanan dan keamanan terhadap masyarakat khususnya Sidoarjo.
"Segala status dan kenaikan pangkat, muaranya utamanya tetap, yaitu jaminan keamanan dan pelayanan masyarakat. Saya harap Polresta Sidoarjo bisa meningkatkan prestasi yang sudah dicapai ini," kata Anton kepada para wartawan, Jumat (21/10).
Perubahan Polres menjadi Polresta Sidoarjo, menurut penilaian Mabes Polri melihat dari jumlah penduduk di Kota Sidoarjo ini adalah penyangga kota Surabaya, tipologi naik menjadi Polresta.
Anton menambahkan, untuk mewanti-wanti jangan sampai anggota polisi di Jatim umumnya dan Polresta Sidoarjo khususnya, terlibat aksi pungutan liar (pungli) ketika melayani masyarakat.
" Ini merupakan himbauan dari Kapolri kepada saya (Kapolda Jatim), sanksi tegas pecat secara tidak terhormat akan saya lakukan, jika sudah diputus bersalah dan tak layak lagi jadi polisi di pengadilan militer," Imbuhnya.
Pemkab Sidoarjo memberikan ’’hadiah" berupa 16 motor trail yang diserahkan langsung Bupati Saiful Ilah. Motor-motor itu diberikan kepada anggota pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) sebagai sarana operasional dalam memberikan pelayanan berupa keamanan kepada masyarakat dalam bertugas.
Namun demikian, Anton mengapresiasi gebrakan Polresta Sidoarjo yang telah membuat layanan pembuatan SKCK Online. Menurutnya, polisi modern harus memiliki terobosan berbasis teknologi informasi agar semakin memudahkan layanan ke masyarakat.
Bentuk Pelayanan Polresta Sidoarjo.
Hal ini membuktikan Polresta Sidoarjo telah menemukan ide kreatif dan inovatif sebagai bentuk kepedulian terhadap Masyarakat khususnya Sidoarjo. Yang sehingga pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah tidak terlalu lama untuk mengurus surat seperti sistem SKCK online.
Kapolresta Sidoarjo Muh. Anwar Nasir, mengatakan, dengan teknologi SKCK online Ini Membutuhkan ahli IT yang profesional dalam bidangnya.
" Perkembangan teknologi sekarang sudah tinggi jadi membutuhkan aplikasi-aplikasi yang bermanfaat khususnya dalam hal pelayanan surat SKCK Online sehingga nantinya akan diikuti oleh seluruh kepolisian Jawa Timur ", Ungkapnya.
Sepatutnya Kapolres Sidoarjo menjadi percontohan diberbagai aspek, bagi polisi bawahannya maupun diatasannya. Dengan aqhlak dan inovasinya dalam pengembangan serta memperbaiki nama baik Polri. Didalam kepemimpinan AKBP Muh. Anwar Nasir (Kapolresta) selalu mengedepankan sopan santun, merangkul Masyarakat bawah, juga merapat ke awak media guna menyaring informasi kritik dan saran agar bisa berbenah, mengingat Wartawan dan Masyarakat bagian dari Polisi. (Red/pj/isk)

