-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Reog Ponorogo Betaro Katong, Menjadi Langganan Penerima Tamu Pejabat

Minggu, 20 November 2016 | 11/20/2016 01:36:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2016-11-20T06:36:20Z
Reog Ponorogo Betaro Katong Menyambut Kapolri
Dalam rangka Pengobatan Gratis, Jenggolo. Sidoarjo
 Kebanyakan undang untuk menyambut para tamu pejabat, ataupun pemerintah. Karena Reog Ponorogo merupakan Kesenian Tari yang asli dari Jawa Timur yang telah diakui PBB sebagai tarian kesenian budaya Indonesia
Surabayapostkota.Net, Budaya - Dalam rangka Bakti Sosial (Baksos) pengobatan gratis  bagi warga umum yang dihadiri langsung Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian selama dua hari 19-20 November bertempat dilapangan Jenggolo Gedangan, Sidoarjo di sambut oleh Tarian Reog Ponorogo BETARO KATONG. Minggu, (20/11/2016).

Kesenian ini selalu mendapat tempat di hati banyak orang, sehingga Reog Ponorogo memiliki ciri khas yang sangat unik dan mampu menyerap ribuan mata warga yang hendak mengikuti pengobatan gratis saat itu, di lapangan Jenggolo.

Padepokan yang beralamatkan di Rungkut Asri Barat no. 2, Surabaya, dibawah naungan Mbah Heru, panggilan sapaan abah Heru Guru Sangoko ini sering mendapatkan undangan untuk menyambut beberapa para pejabat di kalangan Pemerintah, maupun  Instansi.

Samsul selaku salah satu anggota Reog mengatakan, kami sering di undang beberapa Instansi maupun Pemerintahan sebagai penerima tamu dalam bentuk tarian.

" Kebanyakan undang untuk menyambut para tamu pejabat, ataupun pemerintah. Karena Reog Ponorogo merupakan Kesenian Tari yang asli dari Jawa Timur yang telah diakui PBB sebagai tarian kesenian budaya Indonesia ", Ungkap Samsul yang merupakan, salah satu pimpinan redaksi Media di Surabaya, (19/11/2016).

Dengan alunan suara musik yang mampu dimainkan ‘pengrawit’ terdengar kompak. Alat musik kendang, tipung, kempul, kenong, angklung, dan sompret saling beradu satu sama lain, seperti musik yang khas untuk memanggil orang-orang untuk datang melihatnya.


Tampil dengan beberapa orang bertubuh gempal dan berperawakan sangar mulai menari-nari, yang disebut sebagai Warok. Sedangkan penampilan jathilan adalah beberapa wanita berpenampilan cantik berbaris rapi dan menari dengan mengenakan kuda. Berbeda dengan dadak merak yang dikombinasi dengan singobarong mulai menari dengan mengkibas-kibaskan bulu meraknya.

Kesenian reog kini sudah merambah generasi muda, pesatnya menghadapi jaman modern dan kemajuan teknologi kesenian Reog Ponorogo boleh dibilang cukup berhasil mengambil hati anak muda. Sehingga sekaligus pelestarian Reog Ponorogo sangat antusias untuk selalu mempromosikan kesenian tersebut. (Red)
×
Berita Terbaru Update