-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gus Ipul Berharap Peran Serikat Pekerja Membantu

Rabu, 21 Desember 2016 | 12/21/2016 06:03:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2016-12-21T18:07:15Z
Foto : Ilustrasi Tenaga Kerja Asing (TKA)

Surabayapostkota.Net, Surabaya || Penemuan 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal China di sebuah perusahaan yang ada di Mojokerto, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur menilai penemuan ini merupakan harus segera ditangani secara serius.

Gus Ipul panggilan sapaan Saifullah Yusuf mengatakan,  Banyaknya keberadaan TKA ilegal yang harus di kontrol.

"Saya mengundang semua pihak untuk memberikan informasi lewat saluran yang ada baik pemda maupun yang lain agar bisa kita tindak lanjuti," kata orang nomor 2 di Jawa Timur ini, ketika dirinya menanggapi temuan Disnaker terkait keberadaan TKA Ilegal di Jawa Timur, Rabu (21/12/2016).

Diharapkan Seluruh serikat pekerja yang ada di Jawa Timur, turut aktif menjadi mata dan telinga masyarakat sehingga keberadaan TKA ilegal bisa segera dibongkar dan ditertibkan. Kata Gus Ipul, dipastikan akan mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan

"Informasi yang kita dapat dari Kantor Kemenkumhan Jatim, memang terjadi peningkatan tajam pelanggaran keimigrasian. Dibanding tahun 2015 tercatat ada 16 pelanggaran, 14 orang diantaranya berasal dari negeri Tiongkok," kata Gus Ipul.

Jumlah TKA ilegal pada tahun 2016 ini kemungkinan bisa mencapai ratusan orang. Bulan lalu saja, tercatat ada sekitar 200 orang yg menggunakan visa turis diketahui over stay dan sampai sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya

"Jumlah ini hanya yang terdeteksi melalui Bandara Juanda. Kita belum tahu jika mendaratnya di Manado, Bali, atau Jakarta yang masuk Jatim melalui tranpotasi lokal seperti kereta api dan bus," ujar Gus Ipul.

Pemerintah Jawa Timur juga berharap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bisa memperketat perizinan TKA. "Jatim juga tidak akan sembarangan untuk memperpanjang izin TKA. Perlu diketahui untuk izin TKA yang mengeluarkan pusat sementara untuk memperpanjang menjadi kewenangan daerah," Imbuh Gus Ipul.

Informasi sebelumnya, inspeksi mendadak yang digelar Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur pada Rabu (21/12/2016) di sebuah perusahaan yang ada di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto

ditemukan adanya 29 TKA asal Cina yang bekerja sebagai pekerja kasar diantaranya sebagai pemanas besi, mencatat besi bekas yang masuk, sopir alat berat, serta beberapa pekerjaan kasar

Dalam sidak kali ini, Dinasker juga menemukan adanya mess atau tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh dibelakang pabrik. Bahkan kondisi mess tidak layak, ruangan ukuran 2X2 yang dipenuhi dengan barang bahkan terdapat minuman keras 1 krat dan ditemukan rokok dari China yang tidak ber cukai.

"Dalam sidak kali ini juga diketahui dari 29 TKA, hanya 3 TKA yang berizin dan mayoritas dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia," kata Sukardo Kepala Disnakertransduk Jawa Timur. (Red/Cn/Rs*)
×
Berita Terbaru Update