-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Otak Dibalik Penggandaan Taat Pribadi Seorang WNA Asal India

Kamis, 15 Desember 2016 | 12/15/2016 06:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2019-04-17T14:14:52Z
Ilustrasi penangkapan Taat Pribadi oleh Ditreskrimum Polda Jatim

Surabayapostkota.Net, Surabaya - Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim masih mendalami Kasus penipuan dan penggelapan, dengan modus penggandaan uang dilakukan Taat Pribadi pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Probolinggo. Salah satu keterlibatan seorang warga negara keturunan India bernama Vijay.

"Selain tersangka Taat Pribadi, ada lagi otak dibalik penipuan dan penggelapan yaitu tersangka Vijay yang berperan untuk EO atau event organizernya," kata Kombes. Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, Kamis (15/12/2016).

Untuk tersangka lainnya, kata Frans Barung Mangera, yakni Karmawi yang berperan melakukan perekrutan seseorang untuk dijadikan maha guru besar, seperti yang ditampilkan di dalam media sosial seperti YouTube.

"Untuk mencari perempuan yang dijadikan SPG ataupun sebagai pegawai Bank, Karmawi menyediakan baju yang akan digunakannya dengan peran sebagai pegawai Bank,"Ujarnya.

Hadirnya para SPG dengan menggunakan pakaian layaknya pegawai Bank, Tersangka Vijay berperan sebagai EO meminta Karmawi supaya kegiatannya dipostingkan di media sosial dengan tujuan meyakinkan masyarakat ataupun publik yang akan menjadi korban tersangka Taat Pribadi.

Frans Barung Mangera menambahkan, penyidik yang menangani juga sudah melakukan penyitaan berupa tempat kos dan rumah pribadi.

"Dari penipuan dan penggelepan dilakukan tersangka, Rumah dan tempat kos yang telah disita penyidik merupakan milik tersangka Taat Pribadi," Imbuhnya.

Perlu diketahui, Taat Pribadi ditangkap, karena diduga sebagai otak pembunuhan dua pengikutnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Ditangkap Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (22/9/2016). Tersangka juga terlibat dalam kasus penipuan dengan modus menggandakan uang. (Red/Isk)
×
Berita Terbaru Update