-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dinas PU Tuding Pekerjaan Pintu Air Milik BPBD Sidoarjo

Rabu, 08 November 2017 | 11/08/2017 06:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2017-11-08T11:55:50Z


Surabayapostkota.net | Sidoarjo, Pembangunan Dam atau pintu air diwilayah rawan bencana menggunakan Dana APBN tidak sesuai dengan perencanaannya, Hal ini dibuktikan dengan hasil investivigasi dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GARAD dan JAWAPES.

Pembangunan Dam yang berpintu air di wilayah Kedung Pandan Sidoarjo,patut 'DIDUGA' dikarenakan banyaknya kejanggalan dalam pembangunan Pintu Air dengan menggunakan anggaran Negara. Rehabilitasi Pintu Air yang dilakukan oleh pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setahun yang lalu ditelusuri Tim Solidaritas Aktivis Peduli Lingkungan nampak memprihatinkan, sehingga tidak tepat fungsinya dikarenakan adanya salah satu pintu yang mengarah ke salah satu tambak warga tidak jelas keperuntukannya.

Rizal Diansyah ST selaku Sekjend LSM JAWAPES mengatakan, Kami sempat meninjau lokasi dengan Tim untuk mengkroscek keberadaan dan Fungsi dum tersebut. Dugaan kuat ada Oknum yang berusaha mencari cari pekerjaan tanpa ada kejelasan fungsi yang mana pengerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Sidoarjo tahun 2015.

"Saya menduga adanya suatu Persekongkolan antara Dinas PU dan BPBD Sidoarjo menggunakan dana APBN yang tidak jelas keperuntukannya," Ujarnya.

Diketahui, fungsi untuk penanggulangan bencana ataupun rob dari Pasuruan telah dijadikan empat, dan salah satu pintunya mengarah ke tambak warga yang bisa menyebabkan air semakin meluber. Belum lagi ujung dari sungai itu juga gak jelas, hanya muter ke desa.

Sementara itu, saat kedua LSM tersebut mendatangi pihak Dinas Pekerjaan Umum Sidoarjo,yang waktu itu ditemui oleh Kepala Bidang Operasional Agus Hidayat mengatakan, bahwa memang seharusnya tiga pintu dan itu sejajar, bukan malah empat.

"Saya belum cek dilapangan,tapi kalau lihat data dan fotonya memang itu seharusnya tiga pintu dan sejajar,besok saya upayakan cek lokasi dulu untuk mengetahui kebenarannya," ujar Agus Hidayat yang beberapa waktu lalu sempat didatangi dua LSM yang tergabung dalam Solidaritas Aktifis Peduli Lingkungan tersebut.

Namun setelah cek dilapangan, Agus mengatakan bahwa pintu air tersebut memang empat pintu bukan tiga pintu.

"Loh..gak jelas dengan omongannya ini pak Agus, Habis ngomong tiga, sekarang ngomong empat. Kalau gitu yang ditengah itu hilang dong?, masak baru setahun sudah hilang satu pintu?" ujar Nano yang makin geram dengan sikap Kabid Op Dinas PUPR Sidioarjo tersebut

Agus menambahkan, proyek tersebut milik BPBD, dia mengajukan anggaran untuk penanggulangan bencana, ya saya hanya meng ACC saja.

"Kalau di cek fisik,seharusnya tiga pintu itu sejajar,ini malah yang ditengah hilang,entah itu dipindah ke sampingnya. Nanti akan saya kasih gambar pembangunannya," Ujar Agus, selaku Kabid Op tersebut yang terkesan berubah ubah. (C*08/Rz/Pj/Mf/*)
×
Berita Terbaru Update