Surabayapostkota.net | Jawapes Surabaya - Komunitas Bambu Runcing Surabaya ( KBRS ) bersama dengan warga yang terdiri dari ibu ibu, anak anak dan pemuda, melakukan kerja bakti membersihkan reruntuhan puing - puing yang berada di Masjid Assakinah Komplek Balai Pemuda Surabaya. Yanto, mengatakan meski dirinya berprofesi sebagai tukang becak, tapi kecintaan dia terhadap Surabaya melebihi walikota maupun ketua DPRD nya. Minggu Pagi, (5/11/2017).
" Saya buktikan kecintaan saya ini dengan hadir bersama anak dan istri saya, bersama sama kawan kawan lain yang cinta Surabaya, membersihkan masjid yang diduga sudah dihancurkan oleh ketua DPRD Surabaya dan Walikota Surabaya atas nama pembangunan gedung dewan " cetus Yanto yang akrab dipanggil Yanto Banteng.
Susi Trisusanti, Aktifis FKPPI yang juga hadir pada acara bersih bersih, menyampaikan hadirnya dia didalam aksi kerja bhakti ini sebagai bentuk solidaritas atas robohnya masjid yang merupakan tempat suci ummat Islam. Saya ingin mengetuk kepedulian ummat Islam untuk memberikan kepeduliannya terhadap masjid ini.
Sebagai informasi bahwa Masjid Assakinah Balai Pemuda Surabaya, dirobohkan oleh para pekerja bangunan atas nama pembangunan dan perluasan gedung dewan. Ketua DPRD Surabaya dan Walikota diduga sebagai aktor dibalik robohnya masjid tersebut. Beberapa stakeholder terdekat dan internal anggota Dewan juga merasa tidak tahu dan diajak berbicara. Bahkan MUI Jatim juga melakukan protes dan menyayangkan hancurnya masjid tersebut.
Luhur, Sekjend DKS juga menyangkan kenapa kami tidak diajak bicara. Ini menunjukkan bahwa betapa antara rakyat sudah berjarak dengan DPRD dan walikotanya. Bahkan Luhur mengatakan bahwa meski Surabaya megah tapi tidak berjiwa. (C*08/KBRS)
