-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Berikut, Kelompok Terduga Teroris Di Jawa Timur Yang Diburu

Minggu, 10 Desember 2017 | 12/10/2017 07:16:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2017-12-10T00:16:05Z

Surabayapostkota.net - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di Jawa Timur pada Sabtu (9/12/2017). Berawal penangkapan Densus 88 mengamankan terlebih dahulu Paripung Dhani Pasandi alias Ipung Warga Jl. Rinjani Perumahan Tanggulangin Asri blok QQ-6, Jalan Raya Tanggulangin, Kalitengah, Sidoarjo.

Kombes Pol Muhammad Iqbal Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, dalam rilisnya mengatakan, ketiganya ditangkap di wilayah yang berbeda di Jawa Timur.

"Yang bersangkutan ditangkap di Jalan Raya Sumorame Sidoarjo pada pukul 07.15 WIB," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, Ipung diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan bersama-sama dengan Isnaini Ramdhoni alias Doni, Moch Ramuji alias Kapten, Abdul Majid, Bagus Maskuron (Meninggal di Suriah).

"Mereka pernah merencanakan pemboman kantor polisi di Surabaya pada tahun 2014. Dia derperan membeli dan menyiapkan bahan-bahan bom seperti asam nitrat, aseton, Le nitrat, gelas takar, SCR dan kertas saring," katanya.

Kemudian, Densus 88 begerak ke Surabaya menangkap Muhammad Muhidin Gani (MM) alias Abu Faros alias Deni warga Ampel Kembang No.25 RT. RW. Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya.

"Yang bersangkutan ditangkap di Gang Gading Jalan Kedinding Lor Surabaya Jawa Timur," katanya.

Deni termasuk dalam kelompok jaringan Abu Jandal. Dia pernah bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan sudah mengikuti Tadrib Askari dan Ribath.

Berikutnya, Densus 88 menangkap Kiki Eizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah warga Jl. Kemuning V, No.6, Perumahan Sengkaling Indah II Rt.02, Rw. 06, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

"Ditangkap pada pukul 09.28 WIB di Jl Raya Sawahan (sebelah barat SPBU Sawahan) Malang," katanya.

Iqbal mengatakan, Kiki juga termasuk dalam kelompok Abu Jandal. Kiki juga Bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai FTF dan sudah mengikuti Tadrib Askari dan Ribath.

"Operasi penegakan hukum ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap aksi teror yang direncanakan oleh jaringan teror mengingat adanya kejadian - kejadian teror di beberapa negara-negara lain", imbuh Iqbal.

-Sosok Deni Terduga Teroris-
Noval Salim, salah seorang warga setempat, mengatakan Deni tinggal di Jalan Ampel Kembang sejak sekitar empat tahun terakhir. Dalam kehidupan sehari-hari, Deni berprilaku baik dan suka membantu kegiatan kampung.

"Saya tidak menyangka kalau Pak Deny ditangkap atas tuduhan terduga teroris. Karena orangnya baik. Suka membantu kalau di kampung ini ada kegiatan," katanya dilansir Antara, Sabtu (9/12/2017).

Dia mencontohkan, setiap ada tetangga yang meninggal dunia, Deni selalu ikut membantu hingga proses pemakaman selesai.

Deni tinggal di Jalan Ampel Kembang bersama seorang istri dan ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

"Pekerjaannya jualan obat herbal. Saya mengenalnya sebagai seorang pekerja keras," ucapnya.

Selain itu, warga sekitar mengenal Deni sebagai seorang yang rajin beribadah karena sering salat berjamaah di masjid-masdjid sekitar kampung Ampel Surabaya.

Menurut Noval, sering kali DE menjadi imam di masjid-masjid sekitar Ampel.

"Bukan di Masjid Agung Ampel. Di kampung Ampel ini terdapat banyak masjid, warga di sini sudah terbiasa salat berjamaah dengan berpindah-pindah masjid yang ada di sekitar sini. Istilahnya kita beri`tikaf," ujarnya, menjelaskan.

Namun, lanjut dia, Deni hanya sebatas sebagai imam pengganti di masjid-masjid sekitar Kampung Ampel, ketika imam masjid yang sebenarnya berhalangan hadir.

"Ya, sebatas menjadi imam gitu. Sama sekali tidak pernah berdakwah atau berceramah," katanya. (Red/c*08/*)
×
Berita Terbaru Update