Surabayapostkota.net - Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Surabaya. Sejak Jum'at lalu,15 Desember 2017 , massa menolak rencana Pemerintah untuk membongkar dua gedung istimewa, yakni Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS) melakukan aksinya puluhan aktivis gabungan.
Dalam melakukan aksi protes dan tolak rencana Pemerintah Kota Surabaya massa membawa keranda mayat yang di bawa tandes menuju gedung DPRD Kota Surabaya dengan cara Long March.
Guna mengantisipasi terjadinya kericuhan, sejumlah anggota Polsek Genteng Polrestabes Surabaya melakukan pengamanan dan pengawalan.
Pada hari Sabtu, 16 Desember 2017 berlokasi di Kopi Tiam, Jl Walikota Mustajab Surabaya mengadakan pertemuan yang bertujuan untuk bersilahturahmi Kapolsek Genteng dengan Seniman DKS dan KBRS.
Kali ini, pertemuan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara Polsek Genteng dengan rekan seniman DKS dan KBRS untuk ke depan membuat wilayah Kota Surabaya lebih kondusif.
"Saya meminta kepada dolor-dolor KBRS dan DKS untuk lebih arif dalam menyampaikan pendapat terkait pmbongkaran Masjid Assakinah dan kantor DKS di lingkungan Balai Pemuda," ujar Kompol Ari Tristiawan, selaku Kapolsek Genteng, (16/12).
Terkait aksi saling dorong di depan halaman kantor DPRD Kota Surabaya, pada saat Aksi Unjuk Rasa (Unras) Kapolsek meminta maaf secara pribadi, semoga kedepan bisa terjalin komunikasi yang lebih baik.
"Insiden saling dorong itu sontak terjadi, sehingga terjadi salah paham di Lapangan. Biar saja, itu akan menjadi pembelajaran kami, sehingga pada intinya saling menghargai dan saling memahami situasi dilapangan," imbuhnya. (Red/c*08/isa)
