Demi menyampaikan protes perobohan masjid Assakinah dan penjarahan Balai Pemuda di halaman DPRD, salah satu anggota Polisi melakukan pemukulan terhadap Aktivis 98, Isa Ansori.
Kompol Ari Tristiawan selaku Kapolsek Genteng menyampaikan, seluruh jajaran Mapolsek Genteng tidak menduga adanya kejadian aksi dorong-dorongan terhadap massa.
"Saya selaku Kapolsek Genteng, meminta maaf kepada rekan-rekan KBRS. Kejadian ini merupakan tanpa kesengajaan, sehingga melakukan pemukulan terhadap Massa," ujar mantan Kapolsek Dukuh Pakis ini, Sabtu (16/12).
Masih Ari, karena saya masih baru menjabat di Kota Surabaya, kami mencari seduluran untuk menjaga keamanan Kota.
"Mari, kita menjaga keamanan Kota Surabaya bersama dolor-dolor KBRS beserta Masyarakat Kota Surabaya," imbuhnya.
AKP Joko Setiono selaku Kanit intel Polsek Genteng menambahkan, saya berharap masalah ini dapat diatasi secara kekeluargaan, kami minta maaf yang sebesar-besarnya.
"Saya menambahkan apa yang disampaikan Kapolsek, kejadian ini hanya miss komunikasi. Kami menyadari bahwa rekan-rekan pasti kelelahan saat berjalan melakukan Long March dari wilayah Manukan," imbuh AKP Joko.
Disampaikan kepada Isa Ansori yang merupakan Korban pemukulan dan Aktivis KBRS ini, dirinya menyampaikan, hal yang paling sulit dalam hidup adalah memberi maaf kepada mereka yang berbuat salah kepada kita.
"Sebagai kekuatan rakyat yang bermartabat dan berbudaya, maka KBRS memberi maaf terhadap insiden kemarin, sehingga jangan sampai terulang kembali, karena yang dipernjuangkan KBRS adalah bagaimana menjadikan surabaya menjadi Kota yang berbudaya dan beradab," ujar Isa Ansori, selaku Korban Pemukulan. (c*08/isa)
