-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dor...Dor... Sasaran Pelaku Salah Tembak 20 juta Selesai

Minggu, 25 September 2016 | 9/25/2016 05:49:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2019-04-17T14:13:21Z
Surabaya - Kasus salah tembak pelaku pencurian mobil bernopol L 8248 GJ jenis L - 300 di Jembatan Suramadu yang mengakibatkan Alfi meninggal dunia, pihak kepolisian bersikukuh tidak mengakui proyektil peluru yang bersarang diperut Alfi itu miliknya. Nurlaila selaku kakak korban menyampaikan bahwa, bukti pihak polisi menyodorkan surat pernyataan yang isinya tidak melakukan otopsi serta tidak menuntut secara pidana maupun perdata dikemudian hari.

" Bagi saya itu suatu pengakuan kalau pihak polisi mengakui bersalah. Maka dari itu, kita sekeluarga menandatangani surat pernyataan yang dibuat pihak kepolisian. Masalah santunan keluarga mendapat Rp10 juta dari Pak Shinto dan Rp10 juta dari Pak Agung.” tegas Nurlaila.

Disinggung pihak ketegasan Propam, kakak (alm) Alfi Nurlaila mengatakan, pihak Propam Polda  juga pernah mendatangi rumah saya dengan maksud menanyakan kronologis kejadian salah tembak  dan latar belakang adik saya Alfi.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga atas santunan dan surat pernyataan kepada pihak keluarga korban salah tembak Alfi Nuril Fitrah. “Sejak awal Polres dan keluarga tidak ada persepsi mas,” pungkas singkat AKBP Shinto Silitonga, Selasa (20/9) yang terkesan enggan menanggapi pertanyaan Jurnalis media Buser Kriminal.

Perlu diketahui, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji saat kedatangan Kapolri lalu di Mapolda Jatim kepada sejumlah wartawan mengatakan, untuk kasus salah tembak di jembatan Suramadu agar Kapolrestabes segera mengusut tuntas untuk mengungkap kasus salah tembak yang terjadi.

Dalam Pemberitaan Sebelumnya.
Kasus salah sasaran tembak yang menjadi korban tukang sapu Alm. Alfi Nuril Fitrah (34th) nampak dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandi diduga menutupi kebenarannya. Pihak dokter mengundang sejumlah wartawan di Mapolrestabes Surabaya(2/9) Lalu. Dalam rilisnya Kasat Reskrim Polrestabes AKBP Shinto BG Silitonga mengungkapkan, Kejadian salah tembak dengan korban Alfi yang terjadi saat baku tembak  KEMUNGKINAN besar, sumber tembakan berasal dari senjata pelaku pencurian mobil bernopol L 8248 GJ jenis box di Jembatan Suramadu.

" Bisa dibuktikan dengan pelaku yang bersenjata saat berada di ujung Bangkalan Madura anggota kita menemukan senjata jenis Air Soft Gun yang dibuang oleh kedua pelaku dan kami menyimpulkan senjata api berada di arah kiri tembakan yang masuk ke arah pinggul korban Alfi " Ungkap Shinto.

Ditempat yang sama Dr. Billy Messakh dari pihak RSUD dr. Suwandi mengatakan, Alm Alfi sebelumnya sudah pada kondisi sehat dan persiapan untuk pulang dengan kondisi sangat parah namun setelah dioperasi kondisinya bagus dan stabil kita telah persiapkan untuk mobilisasi untuk dipulangkan.

" Pada hari Rabu sore, kami mendapatkan kabar korban muntah setelah makan. Yang jadi masalah itu kondisi paru-parunya alm. Alfi setelah terjadi muntahan menyebabkan kondisinya memburuk dan meninggal dunia ” Kata Dr. Billy.

Ironis fakta yang terjadi dalam kematian tukang sapu korban salah tembak terkesan ditutup-tutupi  dan diduga penuh rekayasa. Bukti temuan di lapangan atas kejanggalan dalam upaya menutupi kebenaran atas kematian Alfi.

Kejanggalan yang terjadi.
Pertama, sebelumnya diberitakan perawat Ibu Siti Fatimah saat diruang ICU RSUD Soewandi menyatakan proyektil peluru sudah dikeluarkan dari perut pasien dan hasil peluru tersebut sudah diberikan kepada keluarga pasien.

Kedua, bukti sms tertanggal (26/8/16) percakapan paska Alfi tertembak antara kakak kandung korban Alfi ( Nurlaila)  dengan anggota Polrestabes Surabaya berinisial Nn di nomer ponselnya 0812248xxxxx, dikarenakan pihak Rumah sakit akan memindahkan  Alfi  keruang inap kelas 3,  “Nurlaila” mengeluh karena adiknya menjadi korban kepolisian  meminta agar jangan dipindahkan ke ruang inap kelas 3, Nurlaila meminta kepada pihak Nn agar adiknya Alfi dipindahkan ke ruang inap kelas 1, lalu pihak polrestabes Surabaya (Nn) menjawab, iya bu nanti ditanggung kami dan kantor, kiranya agar menutup rapat-rapat peristiwa ini  agar tidak terdengar kemana-mana,Ucap Nn kepada kakak korban Nurlaila.

Ketiga, pihak rumah sakit RS Soewandi tidak pernah memberikan hasil laporan medis  pasien dan bukti pengangakatan  proyektil peluru yang diambil dokter dari dalam tubuh almr. Alfi yang menangani paska operasi kepada keluarga korban.

Keempat, pihak Polrestabes Surabaya dan RSUD dr. Soewandi mengadakan jumpa pers untuk klarifikasi atas penyebab kematian Alm. Alfi tanpa mengundang salah satu pihak keluarga korban salah tembak.

Kelima, pada saat kejadian korban tertembak pihak humas Polrestabes Surabaya dalam rilisnya kepada awak media sebelumnya tidak menyebutkan atau mengekspose nasib dan kondisi Alm. Alfi saat dirawat di rumah sakit hingga membuat keluarga geram atas pemberitaan media yang di katakan Alm Alfi tertembak di kaki dan di bokong (pantat), pada kenyataannya Alm. Alfi tertembak diperut. namun setelah pihak Polrestabes Surabaya mendengar Alm. Alfi meninggal dunia bergegas melakukan konfrensi pers bersama pihak rumah sakit.

Perlu diketahui adanya bukti temuan temuan yang diduga  rekayasa  atas kematian Alm. Alfi hingga terjadinya intervensi dari pihak kasat Reskrim Akbp.Shinto BG Silitonga kepada wartawan buserkriminal ini saat konfirmasi terkait korban salah tembak. (Tim)
×
Berita Terbaru Update